Wednesday, June 18, 2008

Bila Harga Minyak Naik...


Bila harga minyak naik

Stesen minyak bagai hantu yang meratah

Keping-keping not rencam warna

Semakin luak

Berliter-liter minyak diisi

Namun tetap tak mencukupi

Buat perjalanan sehari-hari

Yang panjang tidak berhenti

Selagi berdenyut, masih bernadi.


Bila harga minyak naik

Pasaraya menjadi malap

Lesu menanti pelanggan yang luntur harap.


Bila harga minyak naik

Nasi berlauk ikan kering adalah nikmat

Bagi sebuah keluarga marhaen

Di pinggir bandar, di hujung kampung

Yang sering bersyukur.


Bila harga minyak naik

Ibu bapa yang kian dijamah usia

Terus dihambat sepi

Merindu harap kembalinya si anak

Ke desa halaman

Mengucup tangan-tangan yang menyuap, membesarkan

Namun

Hanya kerinduan yang berpucuk di perdu hati

Kemudian layu, dan terus mati.


Bila harga minyak naik

Alam gelap-gelita

Bagai diserkup bala.

1 comment:

noin said...

hi, just passing by.
nice :)